Selasa, 16 September 2008

=LAUNCHING LOGO HUT 252 KOTA JOGJA - Pariwisata Berbasis Budaya.

http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/1863/launching-logo-hut-252-kota-jogja.html

LAUNCHING LOGO HUT 252 KOTA JOGJA
Hit: 784

LAUNCHING LOGO HUT 252 KOTA JOGJA

Kota Yogyakarta yang berdiri pada tahun 1756, pada tahun 2008 ini akan memperingati hari jadinya yang ke 252. Serangkaian acara telah disiapkan untuk menyambut hari jadi Kota Yogyakarta. Tahun 2008 ini akan menjadi momentum bagi Kota Yogyakarta untuk menasbihkan dirinya sebagai kota pariwisata terkemuka di dunia. Beragam event internasional akan digelar dengan puncak pada tanggal 25 Oktober 2008 yaitu Jogja Java Carnaval.

Jogja Java carnaval merupakan event yang akan menampilkan night carnaval dengan mengambil lokus di Malioboro. Event ini diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat internasional khususnya negara yang memiliki hubungan kerjasama dengan Kota Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, dan beberapa tokoh pariwisata, menyematkan pin logo HUT Kota Jogja kepada beragam komunitas sebagai simbolis keberadaan event HUT ini menjadi milik semua elemen masyarakat Kota Yogyakarta. Di samping itu juga diluncurkan balon logo yang akan terpampang di angkasa Kota Yogyakarta sampai bulan Oktober yang akan datang.

-o0o-

English:

LAUNCHING HUT LOGO 252 JOGJA CITY

Yogyakarta city, which was founded in 1756, in 2008, will celebrate the first day to 252. A series of events has been prepared to welcome the day so Yogyakarta. In 2008 this will be the occasion for the city of Yogyakarta to menasbihkan himself as a leading tourism city in the world. Various international event will be held with the peak on 25 October 2008 the Yogyakarta Java Carnaval.

Yogyakarta Java is a Carnaval event will display the night of Carnaval by Locus in Malioboro. This event is expected to be followed by the international community, especially countries that have relationships with the city of Yogyakarta.

Yogyakarta Mayor, Deputy Mayor of Yogyakarta, the Chairman of the DPRD Yogyakarta, and some tourism leaders, presented the pin logo HUT Yogyakarta to the various communities as a symbolic presence of this event HUT become the property of all elements of the city of Yogyakarta. In addition to the balloon launched the logo that will be stockholders in the city of Yogyakarta space until October to come.

Senin, 15 September 2008

=Yahoo MyBlogLog

https://login.yahoo.com/config/login?.src=myblg&.intl=us&.pd=c%3dq8oUnpmp2e78MWmgeUE1Nqo-&.done=https%3A%2F%2Flogin.yahoo.com%2Fconfig%2Fvalidate%3F.src%3Dmyblg%26.pc%3D6528%26.done%3Dhttp://www.mybloglog.com/user/validate/%3Frefp%3D

=Galeri Foto ISI

http://www.isi.ac.id/main/index.php?categoryid=3

=Artist - Wikipedia

http://en.wikipedia.org/wiki/Artist

=Forum Seniman Indonesia - Weblog Independen

Weblog Independen - Forum Seniman Indonesia
forumsenimanindonesia@gmail.com

Minggu, 14 September 2008

= JMF punya gawe




-0-


N.7.
-0-

Ditunggu beritanya ya....

Jumat, 12 September 2008

=The Government of the Republic of Indonesia presented the Nomination File of Indonesian Batik to UNESCO Office, Jakarta

http://www.unesco.or.id/activities/culture/programme/424.php

The Government of the Republic of Indonesia presented the Nomination File of Indonesian Batik to UNESCO Office, Jakarta

The representatives of the Coordinating Ministry for People’s Welfare on behalf of the Government of the Republic of Indonesia and the community of Indonesian Batik presented to the UNESCO Office in Jakarta the Nomination File of Indonesian Batik for consideration for inscription on the UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity on 4 September 2008.

Hubert Gijzen, Director and Representative of UNESCO Office, Jakarta, Himalchuli Gurung and Masanori Nagaoka Programme Specialists for Culture attended the official handover of the Nomination File of Indonesian Batik at UNESCO Office, Jakarta.

This nomination file has been prepared with full participation of the batik communities from many Provinces of Indonesia to meet the spirit of the UNESCO 2003 Convention on Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage and the relevant Operational Guidelines, to which Indonesia has become a State Party in January 2008.

In order to provide stakeholders with the information of the 2003 Convention, the UNESCO Office in Jakarta organized a two-day workshop jointly with the Ministry of Culture and Tourism and the Indonesian National Commission for UNESCO in Jakarta, Indonesia on 17-18 April 2008.

The nomination file will be examined for the inscription on the Representative List of the Intangible Heritage of Humanity in due course.

More information is available at the following web address: http://www.unesco.org/culture/ich/

Rabu, 10 September 2008

=Wayang sebagai Adikarya Budaya Lisan Nonbendawi Warisan Peradaban Manusia

UNESCO menetapkan wayang Indonesia sebagai salah satu adikarya budaya lisan nonbendawi warisan peradaban manusia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)

=Bentara Budaya - Malam Penggalangan Solidaritas untuk istri Pak Kocil Birowo


N.27. Nyanyi Yok

-0-


N.26. Ki Joko Wasis beraksi, melukis bebas dengan diiringi musik.

-0-


N.23.P Felix dan Kang Jemek menikmati acara malam penggalangan solidaritas.

-0-


N.22.Adik - adik membantu mengumpulkan dana sosial.

-0-


N.21.Ki Joko Wasis beraksi dan akan menyumbangkan karyanya untuk malam amal.

-0-


N.20 Ibu Yanti mengedarkan kotak dana sosial, wah...hebat tenan, para seniman Jogja mempunyai solidaritas yang sangat tinggi sekali, jadi terharu.....

-0-


N.19

-0-


N.18

-0-


N.17.

-0-


N.16.Mas Widodo tidak kalah dengan seniman-seniman yang lain, turut serta berpartisipasi dalam malam amal tersebut.

-0-


N.15. Ibu Yanti P menyumbangkan sebuah lagu untuk memeriahkan suasana malam penggalangan dana solidaritas "Pentas Amal Untuk Membantu Sahabat" Ny Rusmuntarini, istri wartawan KR Knocil Birawa di Bentara Budaya Yogyakarta, Kotabaru, Rabu(10/9)malam.


-0-


N.14. Ibu Yati turut berpartisipasi dalam malam penggalangan solidaritas.

-0-




-0-


N.12.MC

-0-


Ki Joko Wasis mulai beraksi.

-0-


N.10.Ki Joko Wasis mulai beraksi.

-0-


N.9.Seniman Jogja menyumbangkan keahliannya untuk malam solidaritas.

-0-


N.8.Pak Felix dan Ki Joko Wasis diskusi.

-0-


N.7.Kang Widodo dan kawan - kawan didepan Ruang Pameran Bentara Budaya.

-0-


Malam Penggalangan Solidaritas untuk istri Pak Kocil Birowo

=Terkait Temuan Batik Ilegal, Bila Dibiarkan, Batik Indonesia Tamat

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=177148&actmenu=35

TERKAIT TEMUAN BATIK ILEGAL ; Bila Dibiarkan, Batik Indonesia Tamat

10/09/2008 09:11:22 YOGYA (KR) - Temuan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian RI mengenai dugaan masuknya batik ilegal senilai Rp 290 miliar di Indonesia, membuat pemerhati batik merasa prihatin. Diharapkan, pemerintah harus bertindak tegas mengenai permasalahan tersebut dan membuat regulasi yang bisa membentengi nasib batik Indonesia. Bila dibiarkan, cepat atau lambat, batik Indonesia akan tamat nasibnya.
Hal ini disampaikan Wakil ketua Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad Yogyakarta, Hestisara Sukanto Reksohadipraja dan pengurus Dekranasda DIY serta pemilik Mirota Batik & Kerajinan, Hamzah HS, kepada KR secara terpisah, kemarin. “Pemerintah harus melarang peredaran batik yang dinilai ilegal tersebut, sehingga masyarakat tidak dirugikan,” kata Hestisara Sukanto Reksohadipraja.
Hestisara dan Hamzah HS mengatakan, jika pemerintah tidak segera ambil tindakan, selain masyarakat yang merasa dirugikan, juga akan merusak pasaran kerajinan batik asli. Selama ini publik menilai, batik Indonesia diakui sebagai suatu karya seni budaya milik Indonesia.
Menurut Hamzah, makin memasyarakatnya batik, bahkan sudah mulai dipakai untuk seragam karyawan maupun seragam sekolah, menjadikan peluang bagi pebisnis untuk memasarkan batik dengan harga murah. “Kaitan dengan harga murah, semua tahu Cina merupakan negara yang gencar memproduksi apa saja, dengan harga murah. Kalau kita tak bisa mengantisipasinya, akan tersingkir dan habislah batik kita,” katanya.
Sementara masalah ilegal atau tidak, menurut Hestisara, harus dilihat dari mana. Jika masuk ke motif, maka tidak dapat dikatakan ilegal, karena itu merupakan karya masing-masing daerah. “Sedangkan kalau masuk ke perdagangan, bisa dilihat ada tidaknya izin,” jelasnya. (Rsv/*-9)-z