Rabu, 15 Oktober 2008

=V - art gallery cafe - PAMERAN KELOMPOK WARNI



-o0o-


-o0o-


-o0o-





-o0o-


N.29

-o0o-


N.31. Prof. Dr. Soeprato Soedjono, MFA ( The Wise Man ) sedang berdiskusi dengan Bung Otong dan Bung Doger panOrsa.


-o0o-




-o0o-

Para tamu yang menghadiri pameran, sedang menikmati suguhan camilan dari V-Art Gallery Cafe dengan hati yang berbunga-bunga.


-o0o-





-o0o-

Prof. Dr. Soeprato Soedjono, MFA duduk bersama-sama dengan ibu dan para mahasiswi sambil menikmati hidangan setelah melihat lukisan para seniman kelompok Warni.


-o0o-

Prof. Dr. Soeprato Soedjono, MFA, meninggalkan ruangan pameran / V-Art Gallery Cafe, pulang dengan hati yang senang karena mahasiswanya telah melakukan pameran untuk mempertanggungjawabkan kiprah berkeseniannya. Bravo.



-o0o-


-o0o-




Kelompok Warni Pameran

Kemarin malam mas Tiyas dan om Dono menghadiri pameran kelompok Warni di V - Art Gallery Cafe.
Seharusnya mas Tiyas kalau menulis laporan seperti ini selalu mendahulukan seremoni pembukaan pameran, tapi kali ini mas Tiyas mendahulukan wawancara mas Tiyas kepada para Empu - empu seni ( kelompok warni ), yang masing-masing mempunyai kelebihan dalam karyaseninya.

Yang pertama mas Tiyas wawancarai adalah Mas Supriyono, empu muda ini orangnya sederhana, tapi karyanya jangan ditanya, dari pameran yang terdahulu ada info yang mengatakan bahwa lukisannya diborong :).Aliran empu yang satu ini adalh dekoratif.
Sasaran dari Mas Supriyono dalam pameran kali ini adalah cukup sederhana tapi dengan misi yang sarat dengan tujuan yang mulia yaitu sasarannya semoga karyanya bisa diterima oleh masyarakat. Mas Supriyono merasa bahwa pada masyarakat tertentu masih ada rasa takut untuk melihat pameran lukisan atau pameran seni, mereka takut kalau melihat pameran lukisan harus membayar, ini sangat disayangkan, jadi mas Supriyono merasa perlu banyak membuat pameran lukisan supaya masyarakat makin mengerti dengan dunia seniman sehingga tidak ada rasa takut lagi untuk datang pada sebuah pameran.

Mas Supriyono ini mempunyai idealisme yang cukup luar biasa, karena beliau ini mempunyai keyakinan bahwa sebaiknya menjual lukisannya hanya pada saat beliau melakukan pameran dan beliau ini cukup peduli dengan budaya tradisi, budaya tradisi harus digali dan dikembang dan kalau dimungkinkan semua kesenian tradisional dihidupkan.

Tidak ada komentar: